Pengertian surat, jenis surat, hal yang berkaitan, dan contohnya
Surat merupakan alat komunikasi yang disampaikan secara tertulis, berisi bahan informasi berupa berita, laporan, pemberitahuan, perintah, pesanan, keputusan, undangan dan permohonan, yang lazimnya harus dikirimkan atau disampaikan kepada pihak lain. Ada juga yang mengatakan bahwa surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain.
Ada juga yang berpendapat mengenai pengertian surat sebagai suatu sarana untuk menyampaikan informasi secara tertulis dari pihak satu ke pihak yang lain. Informasi dalam surat tersebut bisa berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan sebagainya.
Sedangkan menurut Seojito dan Solchen (2004: 1) mendefinisikan surat sebagai berikut:
Ditinjau dari isinya, surat merupakan jenis karangan (komposisi) paparan-pengarang mengemukakan maksud dan tujuannya, menjelaskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya.
Ditinjau dari wujud peraturannya, surat merupakan percakapan tertulis
Ditinjau dari fungsinya, surat adalah alat sarana komunikasi tulis.
Memang banyak pengertian surat tapi yang kita bisa menarik kesimpulan sendiri mengenai pengertian surat itu sendiri sebagai suatu alat komunikasi tertulis yang ditujukan menyampaikan informasi dari pihak pengirim ke pihak penerima surat.
Jenis-jenis surat
A. Berdasarkan Wujud Surat
Kartu Pos
Kartu pos adalah surat terbuka yang terbuat dari kertas berukuran 10 x 15 cm. Lembaran kertas surat ini biasanya tebal, sehingga berbentuk kartu. Kegunaan surat ini untuk menyampaikan berita yang singkat. Akan tetapi, pesan yang tertulis dapat diketahui oleh orang lain yang bukan haknya sebab berada pada halaman terbuka. Jenis surat ini biasanya dijual di kantor pos.
Warkat Pos
Warkat pos adalah surat tertutup yang terbuat dari sehelai kertas. Surat seperti ini dapat dilipat menjadi amplop. Jadi, lembaran surat ini dapat dipakai sekaligus sebagai amplop. Kegunaan surat jenis ini adalah untuk menyampaikan berita yang agak panjang dalam sehelai kertas. Lembaran surat jenis ini biasanya dijual di kantor pos.
Telegram
Telegram adalah jenis surat yang berisikan pesan yang relatif singkat yang mana dikirim dengan bantuan pesawat telegram. Surat ini akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat.
Surat Bersampul
Surat bersampul adalah surat yang dikirimkan kepada seseorang dengan menggunakan sampul surat. Surat jenis ini lah yang banyak kita gunakan dalam berkomunikasi. Kelebihan surat ini dibanding dengan jenis surat yang lain adalah lebih terjamin kerahasiaan isinya; lebih leluasa dalam menulis isi surat; lebih santun dalam surat menyurat.
B. Berdasarkan Pembuatan Surat
Surat Pribadi
Jenis surat ini ditulis atas nama pribadi seseorang serta berisi masalah pribadi penulis, baik yang ditujukan kepada teman, keluarga maupun instansi tertentu. Contoh surat ini adalah surat untuk keluarga, surat lamaran kerja, dan surat permohonan izin bangunan.
Surat Resmi
Surat resmi dibuat suatu instansi, organisasi atau lembaga perusahaan tertentu yang ditujukan kepada seseorang atau lembaga tertentu lainnya. Keberadaan instansi, lembaga, organisasi dan perusahaan tersebut disahkan secara hukum. Contoh surat resmi adalah surat dinas, surat niaga, dan surat sosial.
C. Berdasarkan Pesan Surat
Surat Keluarga
Surat keluarga adalah surat yang berisi masalah-masalah keluarga atau kekeluargaan. Contoh surat keluarga adalah surat untuk orang tua, saudara, dan teman.
Surat Setengah Resmi
Surat setengah resmi adalah surat yang dikirimkan oleh seseorang kepada instansi atau lembaga organisasi tertentu. Jenis surat ini misalnya surat lamaran kerja, permohonan IMB dan surat permohonan cuti.
Surat Sosial
Surat sosial adalah surat yang dibuat oleh lembaga sosial kepada seseorang, organisasi, atau instansi tertentu yang biasanya berisi berbagai masalah sosial. Misalnya, surat permintaan sumbangan dan edaran untuk kerja bakti.
Surat Niaga
Surat niaga adalah surat yang ditulis oleh suatu perusahaan perniagaan dengan pesan berniaga. Contoh jenis surat ini adalah surat penawaran harga, penagihan utang, lelang barang, atau pesanan barang.
Surat Dinas
Surat ini berisikan masalah kepemerintahan atau kedinasan dari suatu lembaga atau keorganisasian. Surat ini dapat ditujukan kepada instansi lain, perorangan dan organisasi tertentu. Misalnya, surat keputusan, surat perintah, dan surat tugas.
Surat Pengantar
Surat ini ditujukan kepada perorangan atau lembaga sebagai pengatur atau referensi seseorang untuk berhubungan dengan pihak penerima surat.
D. Berdasarkan Keamanan Pesan Surat
Surat Sangat Rahasia
Surat ini berisi pesan dokumen penting yang berkaitan dengan rahasia atau keamanan suatu negara. Jenis surat ini dikirim dengan menggunakan tiga buah sampul. Pada sampul pertama dituliskan kode SR yang merupakan singkatan dari "Sangat Rahasia". Pada sampul kedua dituliskan kode SRS, yaitu singkatan dari "Sangat Rahasia Sekali" serta dibubuhi segel atau lak untuk membuktikan keutuhan pesan surat. Pada sampul terakhir (luar) dibuat biasa agar tidak mengundang kecurigaan orang lain. Surat jenis ini, misalnya surat dari kementerian luar negeri, surat untuk negara-negara tetangga, dan surat dokumen kemiliteran.
Surat Rahasia
Jenis surat ini berisi dokumen ringan yang pesannya hanya pantas diketahui oleh satu atau beberapa pejabat tertentu atau yang berwenang pada sebuah instansi. Pengiriman surat ini menggunakan dua buah sampul. Sampul pertama dituliskan kode R atau RS yaitu singkatan dari "Rahasia" atau "Rahasia Sekali" serta disegel, sedangkan sampul kedua tidak diberi kode apa pun. Surat jenis ini misalnya surat tentang konduet pejabat dan surat dokumen suatu instansi.
Surat Konfidensial
Surat yang isinya haya layak diketahui oleh beberapa pejabat tertentu sebab pesannya memerlukan tindakan kebijaksanaan dari para pejabat tersebut. Misalnya surat hasil rapat pimpinan dan usulan kenaikan pangkat seseorang.
Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang pesannya dapat diketahui oleh orang lain tanpa mengakibatkan kerugian bagi pihak mana pun. Misalnya, surat edaran dan surat undangan.
E. Berdasarkan Ruang Lingkup Surat
Memorandum/ Memo
Memorandum adalah surat yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau kepada pejabat yang setingkat dengan pejabat pembuat memo. Memorandum ini hanya berisikan catatan singkat tentang pokok-pokok permasalahan sebagai pesan yang ingin dikomunikasikan.
Nota
Nota adalah surat yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau sebaliknya di dalam satu kantor untuk meminta data atau informasi.
Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang dikirimkan kepada orang lain, baik yang berada di dalam maupun di luar instansi yang bersangkutan.
F. Berdasarkan Jumlah Pembaca Surat
Pengumuman
Pengumuman adalah surat yang ditujukan kepada beberapa orang, instansi, atau pihak lain yang namanya terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu. Pengumuman ini dapat digunakan dalam raung lingkup yang terbatas maupun dalam ruang lingkup yang lebih luas. Misalnya, pengumuman penerimaan pegawai dan kelulusan tes.
Surat Edaran
Surat edaran adalah surat yang dikirimkan kepada beberapa orang, baik di dalam maupun di luar kantor yang bersangkutan. Kadang-kadang, surat ini hanya berisi sesuatu yang hanya diketahui oleh para pejabat tertentu. Ada pula surat edaran yang dapat disebarkan ke raung lingkup yang lebih luas.
Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang khusus dikirimkan kepada seseorang yang namanya tertera pada alamat surat dan hanya untuk diketahui oleh orang yang dituju.
G. Berdasarkan Penyelesaian Surat
Surat Kilat
Surat kilat adalah surat yang pesannya harus dapat disampaikan kepada penerima surat secepat mungkin. Tanggapan yang diharapkan dari surat tersebut pun perlu dilakukan dengan cepat.
Surat Segera
Pesan dalam jenis surat ini perlu segera disampaikan kepada penerima surat, tetapi tidak harus dikerjakan atau ditanggapi dengan cepat seperti pada surat kilat.
Surat Biasa
Jenis surat ini baik cara pembuatan atau pengirimannya tidak harus diprioritaskan seperti kedua jenis surat di atas.
H. Berdasarkan Pengertian Umum
Surat Terbuka
Surat terbuka adalah surat yang ditujukan kepada pihak lain, biak perorangan maupun kelompok yang biasanya dimuat di media massa atau diedarkan secara terbuka.
Surat Tertutup
Surat tertutup adalah surat yang cara pengirimannya diberi sampul karena isinya tidak layak diketahui oleh pihak lain.
Surat Kaleng
Surat kaleng adalah surat yang pengirimannya tidak mencantumkan nama dan alamat pengirim secara jelas. Pengirim surat ini tidak bertanggung jawab terhadap isi surat. Akan tetapi untuk beberapa hal perlu juga diperhatikan oleh penerima surat pesan dalam surat itu.
Hal yang berkaitan
- bis surat
- kantor pos
- pengantar surat
- perangko
- materai
- dll
Contoh surat
SURAT PERNYATAAN
KESIAPAN MENGIKUTI TEST FISIK
Yang bertanda tangan dibawah ini saya:
N a m a : Deni Setiawan
Tempat /Tgl Lahir : Bandung / 31 Januari 1990
Alamat : Jalan Sukaluyu 1 Gg. 4 No.9, Cihaureulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung
No Tes : 1334
Dengan ini menyatakan bahwa saya sanggup dan akan menyiapkan diri untuk mengikuti Test Fisik (sesuai dengan ketentuan) pada saat seleksi calon peserta Program Pemagangan ke Jepang yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, kerja sama antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dengan IM Japan Tahun 2012.
Apabila sebelum, saat dan sesudah Test Fisik terjadi sesuatu yang menimpa diri saya, maka saya tidak akan menuntut apapun terhadap panitia penyelenggara.
Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Bandung, 07 Maret 2014
Yang membuat pernyataan
Sumber :
http://www.zonasiswa.com/2014/01/jenis-jenis-surat-lengkap.html?m=1
http://contohsuratindonesia.com/contoh-surat-pernyataan-kesiapan-mengikuti-test-fisik/
My Labels
- Knowledge (19)
- Music On My Way (3)
- Music Video (18)
- My Book (1)
- My Poem (7)
- My Word (2)
- Tugas Softskill (43)
Saturday, 28 June 2014
pengertian cv, hal yang berkaitan, dan contoh
Pengertian cv , hal yang berkaitan dengan cv, dan contoh cv
Pengertian CV dan Contoh CV | Selain surat lamaran, komponen yang menentukan keberhasilan berkas lamaran adalah CV (curriculum vitae) atau daftar riwayat hidup Anda. Pengertian CV (curriculum vitae) adalah sebuah deskripsi singkat tentang diri Anda dan hal-hal yang pernah dilakukan. Fungsi CV sangat penting, karena setelah surat lamaran, hal yang akan dilihat oleh perusahaan adalah CV Anda. Perusahaan akan menilai Anda berdasarkan CV yang Anda dibuat. Contoh CV yang baik tidak sekadar menyediakan keterangan tentang diri Anda, tapi juga harus mampu mempromosikan kelebihan dan keunggulan Anda.
CV umumnya terdiri dari delapan bagian, yaitu:
Biodata,
Pendidikan,
Pengalaman kerja,
Kursus/pendidikan tambahan
Kegiatan ekstrakurikuler,
Pengalaman organisasi,
Keterampilan,
Prestasi yang pernah diraih.
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat CV:
Usahakan buat serapi mungkin. Ketik menggunakan komputer maksimal satu halaman A4. Pilih jenis huruf formal, seperti Times New Roman, Anal, atau Trebuchet MS dengan ukuran font 11 atau 12 ppt dan jarak spasi 1 atau 1,5.
Cantumkan informasi yang penting dan relevan saja. Anda tidak perlu menuliskan semua kisah hidup dalam CV, cukup yang berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Pilihlah keahlian dan pengalaman yang menunjang posisi yang dilamar.
Hampir sama seperti iklan tertulis, CV juga harus mampu “menjual” diri Anda dengan baik. Anda harus dapat meyakinkan pihak perusahaan untuk menerima Anda. Bahwa semua keterampilan dan kemampuan yang Anda miliki bisa menguntungkan pihak perusahaan. Bahwa Anda-lah orang yang mereka cari dan butuhkan untuk mengisi lowongan yang tersedia. Cobalah mencaritahu apa yang diinginkan perusahaan. Apa saja yang mereka cari. Tipe pegawai seperti apa yang mereka butuhkan. Kemudian, berikan semua itu kepada mereka. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda-lah orang yang mereka cari. Jika perusahaan menginginkan karyawan yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik atau memiliki keterampilan komputer dan bahasa yang bagus, tunjukkan hal itu kepada mereka dalam surat lamaran dan CV Anda. Cobalah melihat segalanya dari sudut pandang perusahaan. Pada saat membuat CV, anggap Anda berada di pihak perusahaan yang akan merekrut tenaga kerja. Pikirkan hal-hal apa saja yang menarik dan diinginkan perusahaan dan calon karyawan. Namun ingat, tetaplah bersikap jujur dan menjadi diri sendiri
Berikut ini contoh cv (curriculum vitae):
SANGKALA
DATA PRIBADI
Tempat, tanggal lahir: Bantaeng, 21 April 1988
Jenis kelamin: Laki-laki
Status: Belum Menikah
Agama: Islam
Kewarganegaraan: Indonesia
Alamat: Jln. Bungung Barania, No 34 Bantaeng
Telepon: (0413) 23456
e-mail: sangkala@ymail.com
BIDANG KEAHLIAN
Manajer Pemasaran
PENGALAMAN KERJA
2011 - Saat ini PT. Zakapedia, Sulawesi Selatan
National Sales Manager
Meningkatkan penjualan sebesar 50% dan Rp. 400 milyar menjadi Rp 850 milyar.
Meningkatkan penjualan per distributor sebesar 50%.
Membuka wilayah pemasaran baru di Indonesia bagian timur yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan penjualan nasional sebesar 20%.
2010 - 2011 PT. Carasiana, Sulawesi Selatan
District Sales Manager
Meningkatkan penjualan wilayah Sulawesi Selatan dan Rp250 milyar per tahun menjadi Rp350 milyar per tahun.
Mengoordinir 250 agen distributor di wilayah Sulawesi Selatan.
Implementasi kursus dan pelatihan mengenai teknik dan strategi menjual yang efektif bagi karyawan baru, yang terbukti dapat meningkatkan penjualan secara lebih cepat.
2008 - 2009 PT. Bulan Terang Tangerang, Banten
Senior Sales Representative
Meningkatkan penjualan produk mobil per individu agen sebesar 20% dalam waktu 2 tahun.
Mengkoordinir agen-agen penjualan di wilayah Bantaeng dan Bulukumba.
Mengembangkan tim agen penjualan dari 10 orang menjadi 45 orang dalam waktu 2 tahun.
PENDIDIKAN
2004 - 2008 UNM Makassar
Sarjana Ekonomi, jurusan Management, lulus tahun 2008 dengan IPK 3.32.
KURSUS DAN PELATIHAN
2007 EXECUTIVE TRAINING CENTER Jakarta: Effective Seling Strategy
2006 LEARNING COMM KOMPUTER Yogyakarta: Aplikasi Komputer Untuk Bisnis.
HOBY
Travelling, olahraga, membaca, Internet.
Pengertian CV dan Contoh CV | Selain surat lamaran, komponen yang menentukan keberhasilan berkas lamaran adalah CV (curriculum vitae) atau daftar riwayat hidup Anda. Pengertian CV (curriculum vitae) adalah sebuah deskripsi singkat tentang diri Anda dan hal-hal yang pernah dilakukan. Fungsi CV sangat penting, karena setelah surat lamaran, hal yang akan dilihat oleh perusahaan adalah CV Anda. Perusahaan akan menilai Anda berdasarkan CV yang Anda dibuat. Contoh CV yang baik tidak sekadar menyediakan keterangan tentang diri Anda, tapi juga harus mampu mempromosikan kelebihan dan keunggulan Anda.
CV umumnya terdiri dari delapan bagian, yaitu:
Biodata,
Pendidikan,
Pengalaman kerja,
Kursus/pendidikan tambahan
Kegiatan ekstrakurikuler,
Pengalaman organisasi,
Keterampilan,
Prestasi yang pernah diraih.
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat CV:
Usahakan buat serapi mungkin. Ketik menggunakan komputer maksimal satu halaman A4. Pilih jenis huruf formal, seperti Times New Roman, Anal, atau Trebuchet MS dengan ukuran font 11 atau 12 ppt dan jarak spasi 1 atau 1,5.
Cantumkan informasi yang penting dan relevan saja. Anda tidak perlu menuliskan semua kisah hidup dalam CV, cukup yang berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Pilihlah keahlian dan pengalaman yang menunjang posisi yang dilamar.
Hampir sama seperti iklan tertulis, CV juga harus mampu “menjual” diri Anda dengan baik. Anda harus dapat meyakinkan pihak perusahaan untuk menerima Anda. Bahwa semua keterampilan dan kemampuan yang Anda miliki bisa menguntungkan pihak perusahaan. Bahwa Anda-lah orang yang mereka cari dan butuhkan untuk mengisi lowongan yang tersedia. Cobalah mencaritahu apa yang diinginkan perusahaan. Apa saja yang mereka cari. Tipe pegawai seperti apa yang mereka butuhkan. Kemudian, berikan semua itu kepada mereka. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda-lah orang yang mereka cari. Jika perusahaan menginginkan karyawan yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik atau memiliki keterampilan komputer dan bahasa yang bagus, tunjukkan hal itu kepada mereka dalam surat lamaran dan CV Anda. Cobalah melihat segalanya dari sudut pandang perusahaan. Pada saat membuat CV, anggap Anda berada di pihak perusahaan yang akan merekrut tenaga kerja. Pikirkan hal-hal apa saja yang menarik dan diinginkan perusahaan dan calon karyawan. Namun ingat, tetaplah bersikap jujur dan menjadi diri sendiri
Berikut ini contoh cv (curriculum vitae):
SANGKALA
DATA PRIBADI
Tempat, tanggal lahir: Bantaeng, 21 April 1988
Jenis kelamin: Laki-laki
Status: Belum Menikah
Agama: Islam
Kewarganegaraan: Indonesia
Alamat: Jln. Bungung Barania, No 34 Bantaeng
Telepon: (0413) 23456
e-mail: sangkala@ymail.com
BIDANG KEAHLIAN
Manajer Pemasaran
PENGALAMAN KERJA
2011 - Saat ini PT. Zakapedia, Sulawesi Selatan
National Sales Manager
Meningkatkan penjualan sebesar 50% dan Rp. 400 milyar menjadi Rp 850 milyar.
Meningkatkan penjualan per distributor sebesar 50%.
Membuka wilayah pemasaran baru di Indonesia bagian timur yang memberikan kontribusi terhadap kenaikan penjualan nasional sebesar 20%.
2010 - 2011 PT. Carasiana, Sulawesi Selatan
District Sales Manager
Meningkatkan penjualan wilayah Sulawesi Selatan dan Rp250 milyar per tahun menjadi Rp350 milyar per tahun.
Mengoordinir 250 agen distributor di wilayah Sulawesi Selatan.
Implementasi kursus dan pelatihan mengenai teknik dan strategi menjual yang efektif bagi karyawan baru, yang terbukti dapat meningkatkan penjualan secara lebih cepat.
2008 - 2009 PT. Bulan Terang Tangerang, Banten
Senior Sales Representative
Meningkatkan penjualan produk mobil per individu agen sebesar 20% dalam waktu 2 tahun.
Mengkoordinir agen-agen penjualan di wilayah Bantaeng dan Bulukumba.
Mengembangkan tim agen penjualan dari 10 orang menjadi 45 orang dalam waktu 2 tahun.
PENDIDIKAN
2004 - 2008 UNM Makassar
Sarjana Ekonomi, jurusan Management, lulus tahun 2008 dengan IPK 3.32.
KURSUS DAN PELATIHAN
2007 EXECUTIVE TRAINING CENTER Jakarta: Effective Seling Strategy
2006 LEARNING COMM KOMPUTER Yogyakarta: Aplikasi Komputer Untuk Bisnis.
HOBY
Travelling, olahraga, membaca, Internet.
Monday, 12 May 2014
Bahasa Indonesia 2 : Rancangan Usulan Penelitian
Rancangan usulan
penelitian
GUNA RANCANGAN USULAN
PENELITIAN
Suatu penelitian itu
mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian
untuk bahan menulis. Misalnya
a. Skripsi
b. Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan
ilmiah lainnya
c. Karangan
ilmiah
d. Tesis
magister/disertasi doctor
e. Laporan
proyek
Bentuk dan isi
usulan penelitian
Format proposal
penelitian yang diajukan untuk kepentingan penulisan Skripsi Sarjana
Universitas Jenderal Soedirman termasuk Jurusan Ilmu Komunikasi adalah sbb :
A. Judul
Penelitian.
Judul penelitian adalah
nama topik penelitian dalam sebuah struktur kalimat tunggal yang substansial,
singkat, padat dan jelas inti isi pokok masalah, dan kalau perlu menyebut
tempat dan waktu penelitian.
B. Latar
belakang masalah.
Memuat antara lain ;
issu sentral yang berhubungan dengan topik ; apa yang mendorong peneliti
tertarik sehingga memilih masalah ini ; arti penting ( urgensi ) dari masalah
yang hendak diteliti ; pemanfaatan data empirik ; pengungkapan
variabel-variabel yang berhubungan dengan issu sentral tersebut.
C. Perumusan
masalah.
Mengungkap resume
diskusi pada latar belakang, resume dipertajam, diakhiri dengan formulasi
pertanyaan penelitian.
D. Tujuan
penelitian.
Memuat tujuan yang
ingin dicapai dari hasil penelitian yaitu : mengetahui, memahami, menjelaskan,
membedakan, menghubungkan dan menganalisis yang dikaji dalam penelitian.
E. Manfaat
penelitian.
· Manfaat
teoritis yaitu mengembangkan ilmu yang bersangkutan.
· Manfaat
praktis yaitu untuk rekomendasi terapan kebijakan.
F. Tinjauan
pustaka dan kerangka teoritik
1) Tinjauan
pustaka.
Memuat dan merangkum
telaah pustaka yang berkaitan dengan topik penelitian. Artinya, kita
mempelajari hasil-hasil penelitian terdahulu ( yang tema atau kajiannya hampir
sama ), menelaah literatur yang relevan, mengkaji jurnal-jurnal penelitian dan
sebagainya.
Langkah selanjutnya
adalah membuat catatan seperlunya mengenai penelitian-penelitian yang pernah
dilakukan atau perkembangan teori yang ada. Dengan tinjauan pustaka ini pembaca
bisa mengetahui posisi penelitian yang kita lakukan. Apakah bersifat
pengulangan dengan penekanan pada aspek yang lain, apakah melanjutkan
penelitian terdahulu guna menjawab masalah yang belum terpecahkan, atau,
membuat penelitian yang benar-benar “ baru “ dalam arti belum pernah dilakukan
sebelumnya.
2) Kerangka
teoritik.
Di bagian ini peneliti
diminta mengemukakan teori-teori tertentu, pendapat-pendapat atau
pandangan-pandangan mengenai persoalan dan atau gejala-gejala yang hendak
diteliti. Proposisi-proposisi asumtif serta keterangan-keterangan atau
pemikiran-pemikiran lain, termasuk yang berasal dari peneliti sendiri sangat berguna,
dalam hal ini tidak perduli apakah penelitian ini bersifat kuantitatif dengan
maksud penggalian, penggambaran ataukah penjelasan hubungan antar
gejala ( pengujian hipotesa ). Dalam penelitian bersifat
kualitatif maka seyogyanya peneliti mengemukakan temuan penelitian yang sudah
ada sebelumnya dengan mengemukakan beberapa catatan/komentar seperlunya.
Pemanfaatan buku-buku atau sumber-sumber lain yang relevan sangat penting untuk
kepentingan ini.
Sesuatu yang tidak
boleh dilupakan dalam penyusunan kerangka teori adalah berusaha semaksimal
mungkin mencoba memberikan arahan/kerangka yang nantinya berguna untuk
memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian, dan atau mencapai
tujuan-tujuan seperti yang dikemukakan sebelumnya. Bagi penelitian yang
dimaksudkan untuk menguji hipotesa maka akhir atau kesimpulan uraian tentang
kerangka teori ini adalah hipotesa itu sendiri.
G. Hipotesis.
Dalam suatu penelitian,
hipotesa tidak harus selalu ada, tetapi apabila oleh peneliti dirasakan perlu
ada ( jenis eksplanatif ), maka hipotesis ini tidak lain adalah jawaban
teoritis, dugaan dengan berdasar teori dan atau pemikiran-pemikiran tertentu
sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian terutama masalah yang telah
dirumuskan. Sudah pasti hipotesa ini nantinya akan diadu/diuji dengan data
empirik yang merupakan bukti temuan lapangan. Tidak menjadi persoalan apakah
hipotesa ini diterima ( diperkuat dengan bukti/data lapangan ) ataukah ditolak
( tidak memperoleh penguatan/bukti data lapangan ), yang lebih dipentingkan
dalam hubungan ini adalah kejelasan tentang tingkat signifikasi dari
penerimaan/penolakan tersebut serta keterangan atau catatan peneliti walau agak
bersifat spekulatif tentang alasan kenapa hipotesa tersebut diterima atau
ditolak.
H. Definisi
konsepsional dan operasional.
1) Definisi
konsepsional adalah pernyataan yang dapat mengartikan atau memberikan makna
suatu variabel yang hendak diteliti. Tujuan dari perumusan definisi
konsepsional adalah agar terdapat kesamaan persepsi tentang suatu variabel
antara peneliti dan pembaca proposal penelitian. Rumusan variabel ini hendaknya
yang telah umum di pakai dengan menunjuk pada kamus, ensikopedi, atau
penelitian-penelitian yang telah terdahulu.
Contoh, definisi
konsepsional untuk variabel status sosial ekonomiadalah suatu kedudukan
yang diatur secara sosial menempatkan seseorang pada posisi tertentu di dalam
struktur sosial masyarakat. Pemberian posisi ini disertai pula dengan
seperangkat hak dan kewajiban yang harus dimainkan oleh pembawa status.
2) Definisi
operasional merupakan cara penulisan taktis agar konsep bisa berhubungan dengan
praktek, dengan kenyataan, atau dengan fakta, sesuai dengan namanya, tulisan
definisi ini menyatakan kesiapan untuk
dioperasikan (
operasionalisasi ).
Contoh definisi
operasional untuk variabel status sosial ekonomi di atas adalah “ suatu
kedudukan seseorang dalam struktur masyarakat yang dilihat dari pendidikan,
pekerjaan, dan penghasilannya “.
I. Metodologi.
Terdapat dua format
metodologi, yang pertama format metodologi dengan pendekatan penelitian kuantitatif yang
kedua format metodologi dengan pendekatan penelitian kualitatif.
1. Metodologi
( Kuantitatif )
a) Metode
penelitian
· Sasaran
penelitian, menunjukan unit analisis atau responden yang dipakai dalam
pelaksanaan penelitian.
· Lokasi
penelitian, menunjukan tempat penelitian itu dilaksanakan.
· Metode
penelitian, menjelaskan metode yang akan digunakan dalam penelitian bersangkutan.
· Variabel
yang akan diteliti, memuat uraian mengenai macam dan jumlah variabel yang akan
digunakan dalam penelitian tersebut.
· Teknik
pengambilan sampel, memuat cara atau metode pengambilan sampel.
· Metode
pengumpulan data, menjelaskan bagaimana cara/metode data dalam penelitian
tersebut dikumpulkan.
· Sumber
data, menjelaskan dari mana data penelitian tersebut diperoleh dan jenis data
apa yang digunakan.
b) Metode analisis,
memuat rumus-rumus, model-model analisis yang akan digunakan dalam penelitian,
cara pengujian hipotesis dan kriteria penerimaan hipotesis.
2. Metodologi
( kualitatif )
a) Model
penelitian.
Jelaskan model
penelitian kualitatif yang akan diterapkan. secara garis besar model penelitian
kualitatif meliputi :
· Etnografi,
memusatkan pada kajian latar ( setting ) penelitian tunggal, yaitu budaya atau
konteks yang asing atau bukan konteks penelitinya.
Dalam perkembangannya
muncul Etnometodologi, yaitu etnografi yang diarahkan pada studi
mengenal masyarakat yang juga bagian dari masyarakat modern seperti yang
dimiliki penelitinya.
· Mikroetnografi,
merupakan pendekatan etnografi tetapi sasarannya sangat terbatas, misalnya pada
konteks yang sangat kecil atau khusus.
· Studi
kasus, membatasi studi pada kekhususan konteks dengan karakteristik dan
keterbatasannya ( wilayah ).
Model ini terbagi dalam
dua model utama dengan dua variasi. Dikenal model studi kasus tunggal (bilamana
kasusnya hanya satu ) dan kasus ganda ( bila kasusnya lebih dari satu
).
Kedua model kasus
tersebut masih dibedakan lagi dalam dua variasi, yaitu bentuk holistik dan
pendekatan terpancang. Dengan demikian, secara lengkap bisa dikatakan :
Ø Kasus
tunggal holistik dan kasus tunggal terpancang.
Ø Kasus
ganda holistik dan kasus ganda terpancang.
Perbedaan antara
holistik dan terpancang.
ü Bilamana
kita sudah menentukan variabel utama yang akan menjadi fokus studi pada saat
menyusun proposal maka studi tersebut merupakan kasus terpancang.
ü Pada kasus
holistik, fokus studi akan ditentukan setelah peneliti menelusuri cukup lama di
lapangan studi dan menemukan hal yang sangat menarik dan dipandang sebagai
sangat penting untuk dijadikan fokus dalam laporannya.
· Bentuk
pendekatan kritik, yaitu studi yang mengungkap makna
sesuatu ( karya, peristiwa, atau
kondisi sesuatu ), dengan menggunakan pendekatan yang menggunakan struktur
kritik seni.
b) Teknik
pengumpulan data.
· Jenis
data :
Data kualitatif yang
mampu mendeskripsikan suatu proses. Data kuantitatif bisa dimanfaatkan bilamana
memang diperlukan sebagai dukungan deskripsi. Karena penelitian ini
mementingkan proses dan makna, maka rumusan pertanyaan, selain menanyakan
mengenai apa, juga cenderung mementingkan pertanyaan mengenai mengapa dan
bagaimana.
· Rumusan
mengenai beragam sumber data yang akan di manfaatkan didalam penelitian yang
meliputi : peristiwa, benda, orang ( informan ) dan tempat serta dokumen atau
arsip.
· Teknik
pengumpulan data yang terpenting meliputi : observasi berperan ( spradley, 1980
), interview mendalam dan dilengkapi dengan catatan dokumen ( conten analysis
).
· Pengembangan
validitas datanya biasanya menggunakan triangulasi yang meliputi triangulasi
sumber ( data ), peneliti,
metode dan teori ( patton, 1980
). Disamping itu masih terdapat beberapa cara lain guna meningkatkan validitas
data. Antara lain, informant check.
· Model
analysis penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Analysis
biasanya dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data, atau dilakukan
dilapangan. Model analysis yang biasanya digunakan meliputi :
Ø Analysis
mengalir ( jalinan ), dimana tiga komponen analysis (reduksi data, sajian data,
dan penerikan kesimpulan) dilakukan saling menjalin dalam proses pengimpulan
data.
Ø Analysis
interaktif, reduksi dan sajian sementara dilakukan bersamaan dengan proses
pengumpulan data, dan bila pengumpulan data sudah berakhir maka tiga komponen
analysis tersebut berinteraksi dengan proses pengumpulan data sebagai proses
siklus. ( Miles & Huberman, 1984 )
J. Daftar
pustaka.
( Susunan daftar
pustaka bisa dilihat tekniknya pada petunjuk tata tulis ).
K. Lampiran.
Berupa rancangan Kuesioner bila
menggunakan metode survei ( kuantitatif ) atau berupa rancangan daftar
pertanyaan bila menggunakan pendekatan kualitatif sebagai alat dalam interview
mendalam.
Contoh
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdagang
merupakan solusi yang tepat jika seseorang memiliki cukup modal atau sudah
bosan dengan ruitinitas di kantor dan sudah bosan menjadi seorang pegawai.
Membuka usaha perlu melakukan banyak rencana yang harus dipikirkan bukan hanya
modal saja yang harus jadi awal seseorang untuk mulai berdagang tetapi juga
beberapa persiapan lain seperti kreativitas dan keinovatifan didalam
mengembangkan suatu usaha.
1.2 Rumusan Masalah
Alasan penulis memberi judul “Upaya Peningkatan Keberhasilan dalam Berdagang Siomay di
Lingkungan Masyarkat” karena menurut penulis siomay merupakan
salah satu jenis makanan yang disukai oleh masyarakat, baik anak-anak maupun
orang dewasa. Untuk itu penulis ingin memberikan pendapat atau saran dalam
meningkatkan usaha berdagang siomay tersebut kepada para pedagang agar dapat
mengembangkan usaha yang telah mereka geluti selama ini. Masalah yang sering
dihadapi oleh pedagang adalah kurangnya pemahaman strategi dalam berdagang.
1.3 Tujuan Penelitian
Karena
menurut penulis hal ini sangatlah penting untuk diketahui oleh para
pedagang supaya para pedagang dapat mengetahui strategi dan cara yang
tepat dalam meningkatkan usaha mereka agar memperoleh keuntungan yang besar
tanpa mengesampingkan mutu dan kualitas dari barang dagangan tersebut.
Oleh
karena itu, penulis ingin meneliti dan mencari tahu lebih dalam lagi mengenai
upaya-upaya peningkatkan keberhasilan dalam berdagang siomay dilingkungan
masyarakat.
Sumber :
Bahasa Indonesia : Laporan Ilmiah
Jenis-jenis
laporan
a. Laporan Berdasarkan Sarana Pengungkapan
Berdasarkan
sarana pengungkapannya, laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan lisan
dan laporan tulisan
1. Laporan Lisan
Laporan
Lisan biasa dilakukan untuk suatu keadaan darurat yang harus segera diketahui
oleh pimpinan atau pemberi tugas. Laporan lisan juga biasa dilakukan untuk
metaporkan suatu kegiatan, seperti pidato ketua panitia.
2. Laporan Tertulis
Laporan
tertulis biasanya dibuat secara finai dan ditujukan kepada atasan mengenai
pelaksanaan tugas dan hasil-hasil yang dicapai. Laporan tertulis biasanya
diketik di atas kertas HVS kuarto dan di beri sampul, lalu dibuat beberapa
rangkap. Ada Janis laporan tertulis yang biasanya dipergunakan, terutama di
dunia ilmiah atau perguruan tinggi, yaitu laporan hash] penelitian.
b. Laporan Berdasarkan Pengertian
Ada tiga macarn laporan yang ditulis
berdasarkan pengertian yang objektif,
1. Laporan Data
Laporan
data bertujuan memberitahukan informasi. Laporan Janis ini dapat berisi masalah
proyek atau mengenai operasi rutin. Pada waktu menulis data laporan, tanyakan
kepada sendiri, informasi apa yang diberikan dan bagairnana cara mendapatkannya
secara efektif Bentuk laporan data yang paling tepat berupa label, Ada dua
macann penggolongan laporan data yaitu, laporan informatif dan laporan riset_
2. Laporan Analitik
Tipe
pelaporan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menafsirkan data
sebaik mungkin. Suatu laporan analitis masih memberitahukan informasi, tetapi
interpretasi yang diberikan sama pentingnya dengan fakta yang mash mentah.
Analisis haws dilakukan dengan hati-hati. Kesimpulan harus ditekankan, tidak
disembunyikan dalam teks.
3. Laporan Rekomendasi
Laporan
rekomendasi difokuskan pada aksi. Sasaran dalam penulisan adalah memberikan
nasihat kepada seseorang untuk berbuat sesuatu. Dalam setiap kasus, rekomendasi
dipusatkan pada suatu fakta, analisis, dan penafsiran dengan suatu cara yang
mendukung rekomendasi.
c. Laporan Berdasarkan Periode
Laporan berdasarkan
periode dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu laporan berkala, laporan insidental,
dan laporan statistik.
1. Laporan berkala
Laporan
berkala merupakan pertanggungjawaban yang bersifat rutin dan dibuat berkala,
dua kali dalam satu tahun anggaran. Laporan pertanggungjawaban petaksanaan
rencana dan program selama satu semester (April sampai dengan September)
disebut dengan laporan tengah tahunan, yang harus sudah disampaikan kepada
pimpinan selambat-lambatnya pada tanggal 30 Oktober tahun anggaran. Sementara
itu, laporan pertanggungjawaban peiaksanaan rencana dan program selama satu
tahun (April sampai dengan Maret tahun berikut) disebut dengan laporan tahunan,
yang paling lambat sudah harus disampaikan kepada pimpinan pada tanggal 30
April tahun anggaran.
Sistem pelaporan tengah tahunan dan tahunan ini merupakan prinsip pelaksanaan fungsi manajernen kontrol. Laporan tengah tahunan berfungsi sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana dan program yang sedang berlangsung_ Melalui laporan ini, arah dan pelaksanaan kegiatan dapat dikendalikan oleh pirnpinan yang terus-menerus merniliki kewajiban melakukan pengawasan melekat. Laporan tengah tahunan memberi petunjuk kepada pimpinan rnengenai perlu tidaknya suatu rencana dikaji kembali dan disempurnakan, Selain itu, melalui laporan tengah tahunan, pimpinan juga dapat memperkirakan pencapaian atau perolehan tujuan. Sementara ftur laporan tahunan memiliki fungsi sebagai Mat penilaian akhir terhadap hasil pelaksanaan rencana dan program rutin, serta pembangunan tahunan. Setiap akhir tahun
anggaran, pimpinan memiliki kewajiban melakukan pengawasan dan penilaian akhir. Caranya dengan melakukan perbandingan antara hasil dan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dalam rangka mencapai sasaran fisik dan fungsional. Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan rencana dan pro-gram rutin, dan pembangunan, laporan tengah tahunan dan laporan tahunan harus memberikan informasi mengenai hal-hal berikut.
Sistem pelaporan tengah tahunan dan tahunan ini merupakan prinsip pelaksanaan fungsi manajernen kontrol. Laporan tengah tahunan berfungsi sebagai alat pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana dan program yang sedang berlangsung_ Melalui laporan ini, arah dan pelaksanaan kegiatan dapat dikendalikan oleh pirnpinan yang terus-menerus merniliki kewajiban melakukan pengawasan melekat. Laporan tengah tahunan memberi petunjuk kepada pimpinan rnengenai perlu tidaknya suatu rencana dikaji kembali dan disempurnakan, Selain itu, melalui laporan tengah tahunan, pimpinan juga dapat memperkirakan pencapaian atau perolehan tujuan. Sementara ftur laporan tahunan memiliki fungsi sebagai Mat penilaian akhir terhadap hasil pelaksanaan rencana dan program rutin, serta pembangunan tahunan. Setiap akhir tahun
anggaran, pimpinan memiliki kewajiban melakukan pengawasan dan penilaian akhir. Caranya dengan melakukan perbandingan antara hasil dan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, dalam rangka mencapai sasaran fisik dan fungsional. Sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan rencana dan pro-gram rutin, dan pembangunan, laporan tengah tahunan dan laporan tahunan harus memberikan informasi mengenai hal-hal berikut.
·
Hasil-hasil yang telah
dicapai, disertai bukti konkret berupa data dan fakta.
·
Hambatan-hambatan yang
dihadapi, disertai penjelasan permasalahan.
2. Laporan Insidental
Laporan insidental adalah laporan yang perlu
disampaikan, balk atas permintaan atasan maupun atas prakarsa bawahan
sehubungan dengan adanya kasus atau rnasalah tertentu. Atasan dapat meminta
laporan kepada bawahan untuk memperoleh informasi tentang suatu kejadian yang
menyangkut kedinasan dan memiliki dampak terhadap pelaksana program.
Sebatiknya, tanpa diminta atasan, bawahan wajib menyampaikan laporan kepada
atasan jika sewaktu-waktu mengalami kejadian tertentu sebagai informasi dan
pertanggungjawaban. Laporan insidental merupakan sarana komunikasi dua arah
untuk mencegah dan membatasi timbulnya akibat-akibat sampingan yang tidak
diinginkan.
3. Laporan Statistik
Laporan statistik adalah laporan yang baru
digunakan jika data yang diolah cukup banyak, padahal perkembangan peristiwa
harus dapat diketahui secara cepat dan tepat Laporan statitistik ini dibuat
berdasarkan data–data rlil yang ada di lapangan, yang kemudian dirumuskan
sesuai dengan formula atau standar baku yang telah ditetapkan, sehingga
didapatkan hasil yang valid. Biasanya, laporan statistik digunakan dalam setiap
pengambilan keputusan dan laporan pertanggungjawaban.
d. Laporan Berdasarkan Maksud
Berdasarkan niaksudnya, laporan dibagi menjadi
tiga jenis, yaitu laporan informatif, laporan eksamisional, dan laporan
analitis,
1. Laporan Informatif
Laporan
informatif adalah laporan yang memberikan sekadar gambaran inforrnasi mengenai
suatu keadaan agar pimpinan dapat mengikuti perkembangan yang terjadi.
2. Laporan
Eksaminasional
Laporan
eksaminasional adalah laporan yang selain memberikan informasi, juga
menyertakan pendapat mengenai latar belakang informasi itu.
3. Laporan Analitis
Laporan
analitis adalah laporan yang memuat sumbangan pikiran, yaitu pendapat dan saran
atas dasar analisis yang mendalam terhadap masalah yang dilaporkan.
e. Laporan Berdasarkan Ruang LIngkup
Berdasarkan ruang lingkupnya, laporan dibagi
menjadi dua jenis, yaitu laporan urnum dan laporan khusus.
1. Laporan Umum
Laporan
urnum adalah laporan yang memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai
masalah. Mengingat luasnya masalah, biasanya jenis laporan ini hanya memuat
garls-garis besarnya. Laporan umum ini dipakai dalam setiap awal presentasi dan
biasanya berisi pernyataan-pernyataan yang mengundang bahan pertanyaan atau
isu–isu menarik dari setiap anggota atau prang yang mendengar atau membacanya.
2. Laporan khusus
Laporan
khusus adalah laporan yang memberikan gambaran secara terinci mengenai suatu
hal yang khusus. Contohnya adalah laporan pertanggungjawaban bulanan atau
tahunan. Dalam laporan khusus. data yang digunakan harus sangat valid dan bisa
dipertanggungjawabkan.
f.
Laporan Berdasarkan Reristiwa
Berdasarkan peristiwanya, laporan dibagi
menjadi dua jenis, yaitu Laporan rutin dan laporan aksidental.
1.Laporan Rutin
Laporan
rutin adalah laporan yang memuat hal-hal yang biasanya dilaporkan sebagai
masalah rutin, balk berupa data maupun berita, Laporan ini wajib dilaporkan
sesuai dengan waktu atau hari yang telah ditentukan. Contoh sederhana yang
termasuk dalam laporan ini adalah taporan harian soles
2. Laporan Aksidental
Laporan
aksidental adalah laporan yang memuat hal istimewa atau yang tidak biasa
terjadi, Laporan ini dibuat setelah adanya kejadran, kasus, atau masalah besar,
seperti kasus korupsi atau pen-curian_
g.
Laporan Berdasarkan Keamanan Isi
Berdasarkan keamanan isinya, laporan dibagi
menjadi tiga jenis, yaitu laporan biasa, laporan rahasia, dan laporan sangat
rahasia,
1.Laporan Biasa
Laporan biasa adalah laporan yang jika isinya
diketahui oleh orang yang tidak berhak, tidak akan memberi akibat buruk kepada
organisasi. Contohnya laporan laba rugi perusahaan.
2. Laporan Rahasia.
Laporan rahasia adalah laporan yang sama sekali
tidak boleti diketahui oleh orang lain yang tidak berhak karena menyangkut nama
baik seseorang, lembaga, atau menyangkut rasa aman lingkungan. Contohnya
laporan keuangan bulanan yang memberikan informasi mengenai keuangan, kinerja,
dan arus kas perusahaan yang bermanfaat dalarn rangka membuat
keputusan-keputusan ekonomi serta pertanggungjawaban manajemen alas penggunaan sumber-sumber daya yang di-percayakan kepada mereka.
keputusan-keputusan ekonomi serta pertanggungjawaban manajemen alas penggunaan sumber-sumber daya yang di-percayakan kepada mereka.
3. Laporan Sangat Rahasia
Laporan sangat rahasia adalah laporan yang
sama sekali tidak boleh diketahui isinya oleh orang lain yang tidak berhak
karena menyangkut keamanan negara atau masyarakat luas. Contohnya laporan
pengembangan teknologi produk baru yang akan dikeluarkan atau diproduksi oleh
perusahaan
h.
Laporan Berdasarkan Kesempurnaan Isi
Berdasarkan kesempurnaan
laporan dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan sementara dan laporan
akhir.
1.. Laporan Sementara
Laporan sementara adalah laporan yang masih
bersifat semen-tara, karena ada bahan (data atau fakta} yang belum disertakan.
Biasanya, jenis laporan ini dibuat karena alasan tertentu agar laporan itu
harus segera disampaikan kepada alasan atau pihak yang berwenang untuk
memberikan gambaran pendahuluan mengenai suatu masalah.
2. Laporan Akhir
Laporan akhir adalah laporan yang lengkap yang
merupakan penyempurnaan dan laporan sementara. Laporan akhir tidak hanya
sempuma karena kepiawaian penyusunnya, tetapi juga karena adanya kritik, saran,
dan tanggapan dad pihak lain.
i.
Laporan Berdasarkan Keresmiannya
Berdasarkan kesempurnaan keresmiannya, laporan
dibagi menjadi dua jenis, yaitu laporan formal dan laporan nonformal.
1.Laporan Formal
Laporan formal adalah laporan resmi yang
disiapkan dengan sungguh-sungguh oleh pelapor. Laporan ini berisi
pertanggungjawaban tugas yang diberikan kepadanya, lalu disampaikan kepada si
pemberi tugas secara resmi.
2. Laporan Nonformal
Laporan nonformal adalah jenis laporan yang
dapat disampaikan secara lisan dalam situasi yang tidak resmi. Hal yang
dilaporkan mungkin tidak iengkap. Oleh karena itu, laporan nonformal selalu
bersifat sementara.
j.
Laporan Berdasarkan Waktu
Berdasarkan waktunya, laporan dapat
disampaikan secara periadik, yaitu harian, mingguan, bulanan, triwulan, catur
wulan, tahunan, dan lima tahunan, Laporan jenis ini juga dapat disebut dengan
laporan berkala atau laporan insidental.
1.Laporan Harian
Laporan harian berisi tentang prestasi dan
hambatan yang dialami pada hari itu. Laporan jenis ini panting diketahui oleh
pimpinan untuk menentukan Iangkah pada ban berikutnya,
2- Laporan Mingguan
Laporan mingguan biasanya disampaikan setiap
akhir minggu untuk merekapitulasi jumlah hasil kegiatan yang dihasilkan pegawai
selama satu minggu. Bentuk laporan mingguan biasanya cukup dengan surat,
fon-nulia diagram, atau grafik.
3. Laporan Bulanan
Laporan bulanan berisi tentang kegiatan yang
telah dicapai dan hambatan yang dialami selama satu bulan. Dalam laporan
bulanan biasanya dicantumkan rencana kegiatan pada bulan berikutnya.
4. Laporan Tahunan
Laporan tahunan u mu mnya bens’ tentang keg
latan suatu instansi selama satu tahun anggaran, like kegiatan tersebut belum selesal,
diajukan lagi rencana perpanjangan kegiatan untuk tahun berikutnya. Setiap
akhir tahun anggaran, pelaksanaan kegiatan selama satu tahun dilaporkan kepada
atasan. Isinya perincian lengkap mengenai hasil yang dicapai, hambatan, serta
dana yang digunakan.
5. Laporan Lima Tahunan
Laporan lima tahunan isinya sama dengan
laporan tahunan. Laporan ini merupakan rangkuman laporan tahun demi tahun
selama lima tahun.
k.
Laporan Berdasarkan Jumlah Penerima
Berdasarkan jumlah penerimanya, laporan dibagi
menjadi dua jenis, yaitu laporan terbatas dan laporan tidak terbatas.
1, Laporan Terbatas
Laporan terbatas adalah laporan yang khusus
ditujukan kepada seseorang atau beberapa prang.
2. Laporan Tidak Terbatas
Laporan tidak terbatas adalah laporan yang
dapat dibaca atau ditujukan kepada banyak orang.
l.
Laporan Berdasarkan Bentuk
Berdasarkan bentuknya, laporan dibagi menjadi
berbagai jenis berikut.
1. Laporan Berbentuk Formulir Isian
Laporan berbentuk formulir isian adalah
laporan yang sudah memiliki bentuk baku berupa formulir, sehingga penerima
laporan dengan mucIah dapat membaca dan memahami keterangan yang dimuat dalam
formulir itu.
2. Laporan Berbentuk Memorandum
Laporan berbentuk memorandum adalah laporan
yang hanya memuat pokok-pokoknya saja dan yang diedarkan di kalangan terbatas
atau intern.
3. Laporan Berbentuk Ilustrasi
Laporan berbentuk ilustrasi adalah bentuk
laporan yang tidak banyak rnempergunakan kata-kata, tetapi dapat memberikan
informasi dengan jelas dan lengkap. Ilustrasi merupakan lielengkap laporan
berbentuk naskah. Yang dimaksud dengan ilustrasi adalah potret, bagan, denah.
peta, Label, grafik, kurva, dan diagram.
4 Laporan Berbentuk Artikel atau Risalah
Artikel berbentuk risalah biasanya
dipergunakan untuk melaporkan suatu pertemuan seperti diskusi, rapat, dan
seminar. Tujuan laporan ini utamanya sebagai pertanggungjawaban penyelenggara.
5. Laporan Berbentuk Surat
Laporan berbentuk surat dibuat untuk penerima
laporan yang hares segera mengetahui perkembangan kegiatan agar dapat segera
menentukan tindak lanjut.
6. Laporan Berbentuk Naskah
Laporan berbentuk naskah sedikitnya memiliki
dua jenis, yaitu laporan penelitian dan laporan ilmiah dalam Iingkungan
pekerjaan.
7. Laporan Berbentuk Buku
Laporan yang berbentuk buku adalah laporan
yang dicetak atau dijilid menjadi sebuah buku.
Ciri-ciri laporan
-
Obyektif
Laporan
bersifat sangat obyektif. Yang dimaksud obyektif adalah dalam hal menyampaikan
fakta. Pernyataan yang dibuat harus berdasarkan kenyataan. Kesimpulan dan
rekomendasi yang diajukan harus disertai dengan bukti yang spesifik dan harus
menghindari pendapat atau prasangka pribadi. Jika fakta menunjukkan A maka
harus dilaporkan A tanpa tendensi apapun.
-
Bahasa formal
Bahasa
yang digunakan dalam menulis laporan adalah bahasa formal yang baik, jelas, dan
teratur. Yang dimaksud bahasa formal adalah bahasa baku yang sesuai dengan
kaidah penulisan bahasa baku yang terdapat dalam EYD. Penyusunan paragraf,
kalimat, pemilihan kata, hingga tanda baca yang digunakan harus tepat dan dari
segi sintaksisnya bahasanya teratur. Kata ganti orang harus dihindari. Titik
berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data, tetapi
berdasarkan fakta.
-
Sistematis
Laporan
harus benar sistematikanya. Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur
dengan perencanaan yang matang. Bagian-bagian dari laporan seperti pendahuluan,
isi, dan kesimpulan harus disusun secara berurutan. Hal ini dilakukan supaya
pembaca mudah mengerti isi dari laporan tersebut.
-
Dibuat atas permintaan
Laporan
biasanya dibuat atas permintaan dari pihak-pihak tertentu. Laporan ini dibuat
sebagai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan. Laporan seperti ini
biasanya merupakan laporan panjang atau pendek, tergantung dari kebutuhannya.
Tetapi ada kalanya seseorang membuat laporan atas prakarsa diri sendiri.
-
Pembacanya tertentu
Laporan
disusun berdasarkan bidang-bidang atau sub-sub bidang tertentu, juga dibuat
berdasarkan permintaan pihak-pihak tertentu. Hal ini menyebabkan secara
otomatis pembaca dari suatu laporan terbatas pada kalangan tertentu, tergantung
dari kebutuhan pembaca terhadap laporan tersebut. Misalnya, laporan tentang
keuangan perusahaan. Tentu saja hal ini tidak dapat dipublikasikan kepada semua
pihak karena ini masalah intern perusahaan. Yang mengetahui mungkin hanya
direktur keuangan, bagian keuangan, dan direktur utama atau dapat dikatakan
hanya orang yang berhubungan langsung dengan manajemen keuangan perusahaan.
Syarat-syarat pembuatan
laporan
Berikut
ini adalah beberapa syarat laporan peristiwa yang harus diketahui:
a. Laporan harus jelas dan objektif;
b. Disertai fakta-fakta
c. Tidak menimbulkan penafsiran yang salah;
d. Tidak menyampaikan pendapat pribadi
e. Penyajiannya menarik dan jelas
f. Sistematis
2.
Sistematika Laporan
1. Judul
2. Lembar pengesahan
3. Kata pengantar
4. Abstrak/intisari
5. daftar isi
6. Pendahuluan
a. latar belakang
b. kerangka teoretis
c. metode penelitian
7. Isi (pembahasan hasil laporan)
8. Penutup
a. kesimpulan
b. kritik dan saran
9. Lampiran-lampiran
10. Daftar pustaka
11. Riwayat hidup penulis
Sumber :
Subscribe to:
Posts (Atom)